Movie Review

Review Film Hotel Transylvania

hotel transylvania

Sebenarnya film ini sudah release tahun lalu tapi saya sendiri baru menyempatkan diri untuk menonton film ini, itu juga karena rekomendasi dari majalah online yang tiap hari saya baca.

Cerita ini berawal dari tahun 1895 Dimana Drac, adalah sesosok vampire yang memiliki seorang putri bernama Mavis, Drac ingin membangun sebuah Hotel dengan nama Hotel Transylvania. Hotel ini di bangun khusus untuk para monster yang ingin berlibur , tanpa harus merasa terganggu oleh keberadaan manusia yang menakutkan ataupun sebaliknya, selain itu Drac membangun Hotel ini untuk melindungi satu-satunya putri yang ia miliki. Waktu semakin berlalu hingga Mavis tumbuh menjadi Gadis Belia tepat diulang tahunnya yang ke 118 ( mungkin 17 Tahun diusia manusia) , Drac membuat pesta untuk Mavis dan mengundang teman-temannya . Pada saat pesta dimulai tiba-tiba tanpa disengaja datang seorang pemuda bernama jonathan seorang manusia , tentu saja hal ini membuat Drac panik menyembunyikan Jonathan , hingga ia pun mendadani Jonathan seperti monster juga agar tidak diketahui oleh tamu yang menginap di hotel itu. Mavis melihat Jonathan dan ia pun jatuh cinta pada pandangan pertama .

Kurang lebih itu sinopsisnya, buat saya sendiri film ini juga mengingatkan saya dengan film Monster.Inc, film ini juga menganggap bahwa manusia adalah makhluk mengerikan. Memang film tidak sebagus film-film 3D keluaran Pixar dalam hal motion ,  Scene favorit saya adalah ketika Drac sedang membacakan cerita ke Mavis, ketika Drac mengajari mavis terbang , hmm how sweet father, tetapi pesan yang disampaikan cukup berarti seperti kutipan berikut yang saya ambil

“As her father you do everything to keep your family safe even you have to break their trust”

Sempat terharu juga,saat scene dimana Drac bercerita kepada Jonathan tentang anggapannya akan manusia, Drac berusaha melindung putri yang sangat dicintainya ia tidak ingin kehilangan cintainya seperti ia kehilangan istrinya karena manusia mengetahui bahwa drac dan istinya adalah vampire, dan hal itu yang menjadi permasalahan inti dari film ini. Walaupun Motion Graphnya begitu cepat saya akui Overall everything was fun, It’s not as spooky as I Imagine.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s