Movie Review

Hateship, Loveship Movie Review

hateshipHalo guys apa kabar? sudah lama sekali rasanya saya  tidak mengupdate blog ini, maklum dengan segala macam rutinitas harian saya membuat saya jadi lupa, padahal banyak sekali yang saya mau sampaikan melalui blog ini.. Masih dalam suasana lebaran sepertinya kurang afdol kalau saya tidak mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzin, Mohon maaf lahir dan batin kepada semua pembaca blog ini.. Tentunya sebagai manusia banyak sekali kesalahan yang diperbuat, diharapkan kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi dalam segala hal, berusaha untuk selalu optimis terhadap hal-hal positif tentunya.

Libur lebaran kali ini memang tidak selama seperti tahun-tahun sebelumnya, dengan kebijakan yang baru , tahun ini libur disesuaikan jadwal libur yang ditetapkan pemerintah, jadi kurang lebih libur hanya seminggulah.. untungnya saya tidak ada rencana untuk mudik tahun ini jadi otomatis liburan ini saya memutuskan untuk tetap di Jakarta. Dan pastinya tak ada kegiatan lain yang menjadi favorit saya menonton film yang saya download sendiri, film ini direkomendasi sama adik saya judulnya Hateship, Love Ship

Film ini diperankan Kristen Wiig sebagai Johanna Perry dengan pekerjaannya sebagai perawat seorang wanita lansia, karena wanita lansia itu sudah meninggal, ia harus pindah dan mencari pekerjaan baru sebagai pengasuh seorang anak gadis bernama Sabitha yang tinggal dengan kakeknya yang seorang pastur. Diawal kedatangannya kerumah itu memang tidak terlalu ramah, apalagi dengan Sabitha dan sahabatnya Edith.

Sabitha sendiri memiliki ayah, hanya saja karena suatu insiden dimasa lalu menyebabkan ia harus di asuh oleh kakeknya, hingga suatu hari ayah sabitha Ken mengirim surat kepada Johanna dalam surat tersebut Ken menyatakan terima kasih telah mengasuh anaknya. Ketika ia ingin membalas surat tersebut Edith menawarkan diri untuk mengirim surat itu tapi sayangnya surat itu bukan dikirim tetapi dibaca oleh mereka edith dan sabitha, mereka mencoba membalas surat tersebut mengatasnamakan Ken, yang isinya tentu membuat hati Johanna senang dan berbunga-bunga, sebagai seorang wanita single tentu ia sangat mendambakan seorang kekasih. Sabitha dan Edith terus merespon setiap surat dari Johanna, hingga suatu hari Johanna memutuskan untuk meninggalkan rumah tersebut untuk mengunjungi tempat tinggal Ken, dan sebelum pergi ia merapikan beberapa furniture yang ada digudang untuk dikirim ketempat Ken. Hal itu dia lakukan agar furniture itu berguna untuk usaha Motel yang dibangun oleh Ken, walau sebelumnya Ken memang meminta izin kepada kakek Sabitha, tetapi tidak diizinkan dengan alasan kenangan turun temurun pada furniture.

Dengan hanya meninggalkan surat Johanna pergi, dan datang ke tempat tinggal Ken. Tentu ia sangat senang dan merasa bahwa Ken benar-benar menyukainya. Tetapi kenyataannya respon bahwa selama ini ia di bohongi oleh putri Ken dan Temannya . Johanna sangat malu dan merasa bodoh akan tindakannya. Tetapi Ken dengan baik hati mengizinkan ia untuk tinggal bersamanya. Johanna juga membantu Ken untuk membersihkan Motel dan merapikannya agar layak ditempati sedikit demi sedikit.

Ken tidak mencintai Johanna dan hanya menganggapnya sebagai teman, Johanna tetap menunjukkan rasa pedulinya dengan memasak, mencuci bagaikan seorang istri, walaupun sebenarnya Ken memiliki pacar tetapi rasa peduli yang Johanna tunjukkan membuat Ken merasa simpati sehingga rasa diantara mereka menjadi tumbuh. Ken pun berubah menjadi seseorang yang lebih baik, sebelumnya dia adalah pencandu narkoba. Oke I think it’s enough for little story about this movie.

Film ini bisa dikategorikan drama percintaan, but  I really like the story, walaupun sedikit kecewa pada bagian akhir yang begitu cepat, atau memang saya sendiri merasa menikmati film ini. Begitu indah dari segi alur it’s totally telling you become cherish person, Johanna merasa bersyukur atas tindakan yang dilakukan Edith, mungkin saja tanpa tindakan konyolnya Johanna akan tetap seperti itu, tanpanya mungkin tidak  ada kehidupan barunya yang sekarang dengan seorang anak dan keluarga. Sesuai dengan judul film ini sendiri benci jadi cinta, ya kebencian Sabitha menjadi sayang dengan Johanna, apalagi setelah Johanna menjadi ibu baru bagi dirinya . Buat anda yang menggemari drama percintaan, film ini menjadi salah satu rekomendasi dari saya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s