Movie Review

Inside Out Movie Review

INSIDE-OUTHallo,  semua setelah sekian lama tidak menulis akhirnya bisa kembali lagi.. senangnya bisa berbagi lagi… heheheh..Kali ini saya akan mereview film yang baru saja release di Indonesia pertengahan agustus ini tentu saja antusiasme para movie mania cukup tinggi untuk menonton film yang diproduksi oleh Disney dan Pixar, sepertinya memang tidak ada duanya untuk semua  film 3D karya mereka.. I was the biggest fan of them.. Indeed. Jadi sebelum menonton filmnya saya sudah tonton trailernya, cukup menarik dan membuat saya jadi penasaran.. Film ini menceritakan seorang gadis bernama Riley mempunyai 5 emosional yaitu rasa takut, sedih, bahagia, marah, dan jijik, semua itu digambarkan dalam tokoh fear, sadness, joy, anger, dan disgust, ya setiap orang dalam cerita ini memiliki semua itu untuk mengontrol pikiran mereka yang akan menjadi memori didalam otak mereka. Setiap memori penting yang terbentuk akan tersimpan dan nantinya akan merefleksikan dari kepribadian seseorang, kalau di film ini sih di visualisasikan jadi family island, friendship island, hockey island, personality island dan saya lupa dua lagi itu apa, pokoknya ada 5. Nah tapi sebelum saya kasih review saya buat film ini, saya cerita dulu awal cerita dari film ini.. here we go….

Setelah beberapa lama Riley tumbuh besar sampai pada suatu saat dia harus pindah mengikuti  ayah yang harus pindah kerja di San Fransisco.. mungkin dia berpikir ditempat yang baru tidak akan jauh berbeda dengan lingkungan tempat tinggal dia sebelumnya tetapi sayangnya memang tidak seperti yang dia harapkan, semuanya benar-benar berbeda.. dia harus tinggal di sebuah rumah yang diapit juga oleh rumah lainnya seperti layaknya rumah-rumah di San Fransisco it’s remain me about Stuart Little.. not exactly the same.. but similar.. Disini Joy sebagai happy emotion berusaha untuk membuat Riley tetap berada pada perasaan senang bahwa semuanya akan baik-baik saja. Paling tidak semua emosi yang ada dikendalikan.. hingga keesokan harinya Riley harus masuk kesekolah barunya.. dan sekali lagi.. tetap saja tidak seperti yang diharapkan, pada saat perkenalan Sadness tidak sengaja menyentuh core memory yang membuat Riley jadi mengingat semua kesedihan akan kepindahannya.

Joy berusaha mencegah hal tersebut agar core memory yang disentuh Sadness tidak mencapai pusat , tetapi sayang hal itu tidak berhasil, sehingga personality island Riley menjadi hancur. Disisi lain Joy dan Sadness terjebak dalam labirin memori Riley ketika berusaha mengembalikan core memory. Merekapun harus berusaha untuk kembali ke tempat mereka, sayangnya sulit sekali melewati labirin itu, karena setiap kali mereka mencoba kembali dengan melewati setiap jalur dari setiap island, jalur itu hancur, karena disgust, fear, dan anger tidak bisa dengan baik mengendalikan emosional Riley. Emosi Riley menjadi tidak bisa dikendalikan lagi, sehingga anger memutuskan untuk memberikan ide kepada Riley untuk kembali ke Minnesota.

Joy dan Sadness dengan berbagai macam upaya berusaha untuk kembali ke pusat kontrol, dengan berbagai rintangan yang dihadapinya. Disgust, Anger, dan Fear juga bingung apa yang harus mereka lakukan karena satu-satunya island yang tertinggal hanya family island yang sebentar lagi akan hancur, anger berusaha untuk mencabut lampu ide yang ia pasang tetapi tetap tida bisa. Mereka berharap Joy segera kembali lagi agar bisa mengubah keputusan Riley.

Joy dan Sadness akhirnya bisa kembali dengan bantuan tokoh imajinasi Riley, setelah sampai Joy langsung memutuskan Sadness yang harus memegang kendali. Sadness berhasil melepaskan lampu ide tersebut, dan membuat Riley mengenang kembali seluruh memori yang membuatnya sedih dan memutuskan untuk kembali lagi.

Orang tua Riley khawatir karena tidak mendapatkan kabar dari Riley, sampai akhirnya Riley kembali dan menanyakan Riley.. dan Riley menangis dan mengatakan kepada orang tuanya dia ingin kembali ke Minnesota, berharap kehidupan nya kembali, orang tuanya menenangkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Diakhir cerita terbentuklah bola-bola memori baru yang tercampur, seperti kuning-biru percampuran antara emosi sedih dan  senang, biru-ungu. Semua sistem kontrol pikiran Riley menjadi seperti terbentuk lagi setelah hancur, dan membuat Riley merasa menjadi pribadi yang baru lagi.. so its was happy ending story

bing-bong inside outBanyak hal yang membuat saya lucu, terutama terutama tokoh khayalan Riley Bing Bong gajah berwarna pink dengan ekor kucing dan bulu badan gulali.. lucu sekali apalagi ketika ia menangis and he said, I cry candy… and all candy tears were dropped.. membuat semua seisi studio tertawa.. heheheheeh

Dari film ini saya banyak sekali belajar, terutama tentang kepribadian dan kecerdasan emosional, bahwa kepribadian terbentuk sejak dini, dengan memori-memori yang dimiliki oleh seseorang. Memori sangat berperan penting akan menjadi seperti apa orang tersebut mungkin ada benarnya juga.. jadi bagi orang tua atau kita yang kelak menjadi orang tua harus berusaha menciptakan kenangan yang baik meskipun memang tidak semua kenangan baik, tetapi berusaha untuk mengajari anak tentang emosional, dengan begitu anak akan menjadi pribadi yang kuat dan menyenangkan. What a wondeful.. feel so great. Berikut ini gambar grafik dari setiap gabungan dari berbagai macam emosi paling tidak jadi tambah wawasan untuk saya pribadi ..Anyway this is very recommended movie for you and your family.. semoga bermanfaat😀 can’t wait to see another movie.. Hotel Transylvania 2 … inside_out_emotions-03

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s